Memuat Tanggal...
BREAKING NEWS
Sedang memuat berita terkini...

TAK PERLU MENJADI PENTING DI MATA SEMUA ORANG

Web Master Juli 28, 2026

 


Tak perlu merasa harus menjadi orang penting di mata semua orang. Cukuplah menjadi berarti bagi keluarga dan orang-orang terdekat. Lebih tinggi dari itu, yang paling layak diharapkan adalah menjadi mulia di sisi Allah dan Rasul-Nya.
Pandangan manusia tentu tidak boleh diremehkan, tetapi juga tidak layak dijadikan sandaran utama harga diri dan harapan hidup. Sebab manusia bisa keliru dalam menilai. Penilaian sering dipengaruhi perasaan, kepentingan, pengalaman, bahkan kecenderungan jiwa yang belum tentu benar. Manusia mudah tertipu oleh apa yang tampak di permukaan, sedangkan Allah mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati.
Karena itu, pandangan makhluk tidak boleh melebihi pandangan Sang Pencipta.
Dalam menjalani muamalah sehari-hari, setiap orang perlu belajar tahu diri, sadar diri, dan mawas diri. Berusahalah berhubungan dan berinteraksi dengan sesama sebaik mungkin. Selebihnya, jangan terlalu berharap pada pujian, penghargaan, atau sanjungan yang sering kali justru melalaikan hati.
Ketika diremehkan, tidak perlu terlalu sakit hati. Jadikan itu pengingat bahwa pada hakikatnya manusia memang lemah dan tidak memiliki apa-apa di hadapan Allah. Bahkan di hadapan Rabbul ‘Alamin, manusia hanyalah makhluk kecil yang diberi kesempatan untuk berikhtiar, merasakan, dan berharap kepada-Nya.
Maka jika suatu hari diremehkan, dihina, atau dianggap tidak penting, tidak perlu marah berlebihan. Bisa jadi orang yang meremehkan justru sedang menjadi perantara yang mengingatkan akan hakikat diri: bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada penilaian manusia, melainkan pada kedekatan dengan Allah dan ketakwaan kepada-Nya.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana merespons semua itu.
Jika dianggap hina, berjuanglah agar semakin mulia di sisi Allah.
Jika dianggap tidak penting, berusahalah agar hidup benar-benar memberi manfaat bagi sesama.
Jika diperlakukan dengan buruk, jadikan itu alasan untuk bersikap lebih baik daripada mereka yang berlaku buruk.
Jangan biarkan penghinaan melahirkan kebencian, dan jangan biarkan peremehan mematikan semangat untuk berbuat kebaikan. Sebab kematangan seseorang tidak terlihat dari seberapa tinggi ia dipuji, melainkan dari seberapa tenang ia tetap berbuat baik ketika tidak dihargai.
Pada akhirnya, hidup ini terlalu singkat untuk dihabiskan demi mengejar pengakuan manusia. Yang patut diperjuangkan adalah menjadi hamba yang terus memperbaiki diri, memberi manfaat bagi orang lain, dan pulang kepada Allah dengan hati yang lebih bersih daripada saat pertama kali datang ke dunia ini.
Karena pada akhirnya, bukan seberapa banyak manusia mengenal nama seseorang yang akan menentukan nilainya, melainkan seberapa dekat ia dengan Tuhannya dan seberapa besar manfaat yang ditinggalkannya bagi kehidupan sesama.