Jalan Hidup Sebagai Pendidik
SMP IT Madina merupakan salah satu sekolah di bawah naungan Pondok Pesantren Raudhatus Sa'adah. Salah seorang pendirinya adalah Ustadz Ir. Husni Muttaqin, sahabat saya sesama pendakwah. Dulu, ketika masih muda dan aktif di berbagai kegiatan pergerakan, saya cukup sering bertemu dengan beliau. Bahkan, meskipun berasal dari organisasi yang berbeda, kami beberapa kali menjadi pembicara bersama dalam berbagai kegiatan umat Islam.
Mengisi materi di sekolah ini membangkitkan kembali kenangan puluhan tahun silam. Seingat saya, dahulu saya juga pernah memberikan pelatihan kepenulisan di sekolah ini. Saya sudah lupa tepatnya tahun berapa. Yang jelas, saat itu saya masih berprofesi sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 29 Samarinda, sebelum bergabung dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda.
Kini, saya kembali "mengajar" di lembaga pendidikan yang sama, kali ini sebagai bagian dari tugas yang diberikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda. Rupanya, jalan hidup saya memang tidak pernah jauh dari dunia pendidikan. Mulai dari julak (pakde) saya yang pernah berkarier di Dinas Pendidikan, ibu dan paman saya yang berprofesi sebagai guru, hingga saya sendiri bersama adik-adik yang kini menekuni profesi sebagai guru dan dosen.
Bahkan ketika memutuskan meninggalkan profesi guru untuk mengabdi di Diskominfo, ternyata takdir tetap membawa saya kembali ke ruang-ruang pembelajaran. Di sini saya justru sering dipercaya menjadi narasumber, instruktur, pelatih, dan trainer dalam berbagai kegiatan. Pesertanya pun beragam, mulai dari aparatur pemerintah di berbagai OPD, guru dan pelajar, hingga mahasiswa di perguruan tinggi.
Mungkin benar, ada panggilan hidup yang tidak pernah benar-benar kita tinggalkan. Dunia pendidikan rupanya tetap menjadi salah satu jalan pengabdian yang Allah titipkan kepada saya, dalam bentuk dan ruang yang berbeda.
Wallahu a'lam
