Meskipun AI itu sangat mempermudah kita dalam membuat sebuah karya, tapi saya juga tahu bahwa yang merasa MUDAH itu adalah orang-orang yang piawai dalam membuat prompt alias "mantera" yang nantinya digunakan untuk memerintah si AI agar membuat sesuatu sesuai keinginan kita. Apakah itu karya naskah, gambar/foto, video, maupun aneka produk digital lainnya.
Masalahnya, untuk bisa menghasilkan sebuah prompt yang bagus, kita mesti punya kemampuan 'lebih' dalam menyusun kalimat. Harus mengerti struktur logika dan struktur bahasa yang digunakan. Dan ini tentu tidak sesederhana berkata; "enak dong pakai AI".
Makanya kemudian muncul ide saya untuk membuat aneka tool yang bisa meringankan proses produksi tersebut. Yakni dengan menanamkan "logika dan prompt" langsung di dalam aplikasi. Sehingga pemakainya tidak perlu lagi pusing memikirkan susunan bahasa. Mereka tinggal sedikit 'tulis' pada kolom yang perlu diisi, pilih opsi yang ditawarkan dan terakhir KLIK tombol untuk memproduksi (generate) karya yang diinginkan.
Nah, gambar-gambar ini adalah salah satu contoh hasil "Generate", dari tool yang sudah saya buat. Dengan satu foto referensi kita bisa membuat banyak model dan gaya gambar yang diinginkan.
Tool ini juga merupakan salah satu bonus yang akan diberikan GRARTIS kepada teman-teman yang mengikuti salah satu dari pelatihan-pelatihan saya yang mana saja. Baik itu pelatihan jurnalistik, penulisan buku, maupun konten foto dan video.
Salam literasi digital.

Tidak ada komentar